Lain Lain

Baju Batik: Go Internasional

Baju batik – si manis nan unik ini kini tidak hanya dikenal masyarakat Indonesia saja, namun telah meluas hingga ke dunia internasional. Terlebih setelah diakui secara resmi oleh UNESCO, dengan memasukannya ke dalam Daftar Representatif sebagai Budaya Takbenta Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) bertepatan dengan diadakannya Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Takbenda yang bertempat di Abu Dhabi, minat terhadap batik semakin meningkat.

Hal itu tidak mengherankan mengingat keunikan dan nilai – nilai luhur yang tertuang dalam motif batik. Banyak hal yang bisa diambil dalam motif yang tergambar dalam batik. Setiap motif punya ceritanya masing – masing. Warga negara asing yang notabene tertarik terhadap budaya pun memberi tanggapan yang positif terhadap perkembangan batik, seperti menggunakan baju batik dalam beberapa kesempatan.

Sebagai warga negara, kita patut berbangga diri terhadap semua itu. Namun tidak cukup hanya dengan berbangga diri. Lalu bagaimana seharusnya? Kita harus lebih sering lagi mengenakan batik, seperti baju batik dalam kehidupan sehari – hari. Sebab prestasi yang telah berhasil diraih tersebut akan sia – sia saat tidak ada tindak lanjut dari warga negaranya. Selain baju batik, banyak produk lainnya yang bisa dihasilkan dari kain batik, misalnya tas batik, souvenir batik, dan berbagai barang kerajinan lainnya.

Well. Segala penghargaan terhadap batik itu sudah sepatutnya kita jaga. Dengan cara apa? Dengan cara meningkatkan kecintaan kita terhadap batik. Menjadikan baju batik sebagai salah satu busana yang wajib dimiliki. Tapi itu saja tidak cukkup, kita juga perlu mempelajari tentang berbagai motif yang tergambar pada batik, sebab akan terlihat lucu bukan saat orang luar justru lebih paham tentang motif batik daripada kita orang Indonesia? Jangan sampai ke-ogah-an kita mempelajarinya membuat batik diakui bangsa lain sebagai budayanya ya! Seperti kasus “reog ponorogo” yang sempat booming beberapa tahun yang lalu. Yuk cintai produk – produk dalam negeri !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *